Entri Populer
-
BELI KEMIRI KUPAS DAN KULIT( CANDLE NUTS) Saya beli KEMIRI KUPAS, KEMIRI PECAH dan KEMIRI KULIT dalam jumlah besar. Apabila ingin bekerja...
-
Kami membeli kemiri, cengkeh,gagang cengkeh,kunir,jahe kering/basah,kemiri dll HP. 081216010060 Berhubung banyak permintaan kami membeli...
Minggu, 14 Agustus 2011
Beli Kemiri Berapapun Ada Stok
Beli Kemiri Berapapun Ada Stok
Berhubung pasokan kemiri dari pemasok kami saat ini sangat terbatas, kami mencari dan siap membeli kemiri dari pemasok maupun petani langsung dalam jumlah banyak.
Hendro 081390595528 / 085741057007
Hendro Cahyono
HP: 081390595528
Alamat: Jl. woltermonginsidi
Semarang 50000, Jawa Tengah
Beli Kemiri Dan Kulit Partai Besar
Beli kemiri kulit PARTAI ,
Bpk. Gozaly: 03171419807
Keterangan: BELI KEMIRI KULIT / kemiri masih dengan kulitnya ( KEMIRI GELONDONGAN ) dalam jumlah besar ( partai). hub gozaly: 03171419807
Beli: Kemiri ( Fresh Candlenut) Indonesia
Beli: Kemiri ( Fresh Candlenut) Indonesia
Harga: Negosiasi, Cara Pembayaran: Tunai
Kemas Plastik 10 kg. Dilapis dengan dua goni.
Kemiri utuh ( udah buang kulit) . Asal produk bagus/ putih dan utuh Beli harga bersaing. Quantity tak terbatas.
Lokasi Pulau Sumatera dan Jawa saja.
Contact Bahari ( 081384962188) .
Email : Map-aw@ hotmail.com
Harga Kemiri Naik Di Pandeglang
Harga Kemiri Naik Di Pandeglang
Rabu, 8 Juni 2011
(Berita daerah-Jawa) Harga kemiri pada tingkat pedagang pengecer di pasar trandisional di Kabupaten Pandeglang, mengalami kenaikan dibandingkan pekan lalu.
Pantauan di Pasar Badak, pasar trandisional terbesar di Kabupaten Pandeglang, Rabu, menunjukkan kemiri pecahan dijual Rp27 ribu/kg, atau naik dari pekan lalu yang hanya Rp25 ribu/kg.
Mukti, pedagang bumbu dapur di Pasar Badak menjelaskan, kenaikan tersebut terjadi sejak awal pekan ini.
"Mulai awal pekan ini naik Rp2.000/kg, dan saya perkirakan dalam beberapa hari ke depan harga kemiri belum akan turun, karena pasokan ke pasar kurang," katanya.
Menurut Mukti, harga kemiri bisa lebih mahal kalau masyarakat membeli di bawah satu kilogram, misalnya untuk 0,25 kg mencapai Rp8.000.
"Masyarakat biasanya membli seperempat (0,25 kg) dengan harga Rp8.000, jadi jatuhnya lebih mahal," katanya.
Ia juga menjelaskan, pasokan kemiri ke pasaran sejak beberapa bulan terjadi penurunan, karena harganya terus naik. Kurangnya pasokan itu, karena belum ada masyarakat yang berkebun komoditi tersebut.
"Kemiri tidak ada perkebunan khusus. Paling hanya satu-dua batang di kebun, jadi hasilnya sedikit, dan itulah yang menjadikan harganya mahal," katanya.
Ina, pedagang bumbU lainnya, juga membenarkan kenaikan harga kemiri tersebut, dan penyababnya karena pasokan berkurang.
"Pasokan kurang jadi harga naik. Kalau permintaan relatif normal," katanya.
Sedangkan untuk komoditi lain, masih bertahan, yakni bawang putih Rp20 ribu/kg, bawang merah Rp14 ribu, kacang tanah Rp14.500/kg, kencur Rp18 ribu/kg, kunyit Rp5.000/kg, dan jahe Rp18 ribu/kg.
Permintaan Lada Melonjak Tajam 2011
Permintaan Lada Melonjak Tajam
Senin, 18 Juli 2011
Permintaan lada kering di Kabupaten Lampung Barat meningkat. Melonjaknya permintaan lada disebabkan meningkatnya kebutuhan lada mendekati Bulan Ramadhan.
"Sejak tiga hari terakhir permintaan lada kering di laur daerah meningkat. Sayangnya, lonjakan permintaan tersebut tidak diimbangi dengan pasokan lada kering dari petani," kata agen lada di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, Husain sekitar 268 Km dari Bandarlampung, di Batu Brak, Senin (18/7).
Husain menjelaskan pasokan lada disebabkan hasil panen lada petani akibat cuaca ekstrim yang terjadi sejak tahun lalu. Untuk menyiasati lonjakan permintaan, para agen pengumpul mencari pasokan lada dari beberapa daerah di Lampung Barat.
"Meskipun agen harus mengeluarkan biaya transportasi untuk mencari pasokan lada tersebut, akan tetapi permintaan agen besar terpenuhi, sehingga agen pengumpul di daerah tidak akan mendapat krisis kepercayaan dari konsumen," tambahnya.
Lonjakan itu membawa dampak baik. Pasalnya, harga lada kering bertahan tinggi, sehingga pendapatan agen dan petani mengalami peningkatan
Lada Oplosan Palsu Beredar Di Pasar
Sumenep - Temuan merica palsu di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan diteliti di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya.
"Kami tidak memiliki laboratorium yang representatif untuk meneliti merica palsu tersebut. Oleh karena itu, kami akan membawa beberapa merica palsu sebagai contoh untuk diteliti di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Sustono, Kamis.
Temuan adanya merica palsu diungkapkan anggota DPRD Sumenep, Hasan Mudhari pada Senin (1/8).
Merica palsu tersebut dibeli istri Hasan Mudhari dari salah seorang pedagang di Pasar Anom Baru di Kecamatan Kota.
"Kami akan secepatnya ke Surabaya untuk meminta bantuan personel BBPOM menguji merica palsu tersebut guna mengetahui kandungan maupun bahan yang digunakan untuk membuat merica palsu itu," ujarnya.
Pada Kamis pagi, kata dia, pimpinan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep menggelar rapat koordinasi untuk membahas temuan merica palsu.
"Dalam pembahasan di rapat tersebut memang ada kekhawatiran kandungan atau bahan yang digunakan untuk membuat merica palsu itu berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, kami di Dinkes Sumenep diminta meneliti merica palsu tersebut," katanya.
Sustono juga mengemukakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti waktu yang dibutuhkan untuk meneliti merica palsu di laboratorium BBPOM Surabaya.
"Kami berharap kandungan maupun bahan yang digunakan untuk membuat merica palsu tidak membahayakan kesehatan manusia. Namun, untuk pastinya tentunya harus menunggu hasil uji laboratorium atas merica palsu tersebut," katanya.
Merica palsu yang sempat dibeli oleh istri Hasan Mudhari itu, mudah hancur, teksturnya polos alias tidak bergaris layaknya merica dan warnanya lebih putih.
Harga Lada Masih Berfluktuatif di pasar international
Penurunan harga lada dipengaruhi karena adanya kabar akan adanya tambahan pasokan lada dari beberapa negara produsen lada.
Selama Juni 2011, Brasil mengekspor 1.532 mt. Dibandingkan dengan ekspor pada bulan sebelumnya (Mei 2011), ekspor menunjukkan penurunan 4 persen dalam volume. Selama Januari-Juni 2011, total ekspor dari Brasil adalah 13.369 mt senilai 65,2 juta dollar AS , penurunan 7 persen dal am jumlah, namun peningkatan 54 persen dalam nilai.
Demikian rilis perkembangan harga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi, Jumat (5/8/2011). Harga lada putih pada tingkat pedagang pengumpul Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung stabil pada harga Rp 66.000 per kilogram karena pasokan lada terbatas sementara permintaan Lada di pasaran meningkat.
Harga lada putih stabil tinggi jika dibandingkan tiga minggu sebelumnya harga lada sering turun naik berkisar Rp 63.000 hingga Rp 65.000 per kilogram. Meningkatnya harga Lada dipengaruhi berkurangnya pasokan lada asal petani akibat produksi menurun.
Penurunan produksi karena banyak perkebunan l ada yang terserang penyakit kuning daun dan batang. Selain itu, transaksi lada sepi dikarenakan terbatasnya lahan perkebunan lada di Pulau Bangka akibat maraknya penambangan bijih timah.
Langganan:
Postingan (Atom)






